Kab.Sumenep (Humas) — Kementerian Agama Kabupaten Sumenep kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara III Stand Expo Madrasah tingkat Jawa Timur. Prestasi tersebut disampaikan Kepala MTsN 1 Sumenep kepada Humas Kemenag Sumenep, Rabu (02/09), di Kantor Kemenag Sumenep. Capaian ini menjadi buah dari kerja sama solid seluruh madrasah yang berpartisipasi, meliputi MIN 1, MIN 2, MIN 3, MTsN 1, MTsN 2, MTsN 3, serta MAN Sumenep. Penilaian stand dilakukan secara komprehensif, mencakup aspek kreativitas, inovasi, keunikan, presentasi karya, tata kelola dan penataan stand, serta kebermanfaatan dan dampaknya bagi masyarakat. Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Sumenep, Edy Hariyanto, mengungkapkan rasa bangganya atas capaian tersebut. Menurutnya, berbagai karya yang ditampilkan, seperti robotika, produk membatik, dan karya literasi, menunjukkan bahwa madrasah di Sumenep tidak hanya unggul dalam pembelajaran akademik, tetapi juga mampu melahirkan kreativitas dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. “Prestasi ini menunjukkan bahwa budaya inovasi, kreativitas, dan kolaborasi sudah tumbuh kuat di madrasah. Semangat tersebut sejalan dengan pembangunan Zona Integritas, karena ZI tidak hanya berbicara tentang administrasi dan tata kelola, tetapi juga bagaimana menghadirkan inovasi dan layanan pendidikan yang memberikan dampak nyata,” ungkapnya.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sumenep, Abdul Wasid, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh madrasah, guru, tenaga kependidikan, serta semua pihak yang telah berpartisipasi aktif dalam Expo Madrasah hingga mampu mengantarkan Sumenep meraih prestasi tingkat Jawa Timur. Menurutnya, capaian tersebut merupakan bukti bahwa kekuatan kolaborasi mampu menghasilkan prestasi sekaligus memperkuat citra madrasah sebagai lembaga pendidikan yang inovatif, kreatif, dan berintegritas. “Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh madrasah yang telah memberikan kontribusi terbaik. Prestasi ini harus menjadi energi positif untuk terus membangun budaya kerja yang inovatif, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada manfaat,” tegasnya. Ia berharap semangat kolaborasi dan inovasi yang ditunjukkan dalam Expo Madrasah dapat terus dipertahankan dan dikembangkan sebagai bagian dari pembangunan Zona Integritas Kemenag Sumenep menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). “Jangan berhenti pada juara. Jadikan prestasi ini sebagai budaya kerja. Setiap inovasi harus bermuara pada peningkatan kualitas layanan dan memberikan dampak bagi masyarakat,” pungkas Abdul Wasid.(Ss)