Kalianget, 9 juli 2026 – Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kalianget, Tonawi, mengingatkan calon pengantin (catin) agar tidak memandang pernikahan hanya sebagai ikatan cinta. Pernikahan merupakan ibadah panjang yang menuntut kesiapan mental, spiritual, dan tanggung jawab.
Pesan itu disampaikan saat bimbingan perkawinan bagi catin asal Desa Kalianget Timur dan Kalianget Barat di Aula KUA Kalianget, Kamis (9/7). Menurut Tonawi, banyak persoalan rumah tangga muncul karena pasangan belum memahami makna pernikahan secara utuh.
"Jangan menikah hanya karena usia sudah cukup. Pahami dulu hakikat pernikahan agar siap menghadapi perbedaan karakter, persoalan ekonomi, maupun komunikasi. Rumah tangga dibangun dengan saling memahami, bukan mempertahankan ego," tegasnya.
Ia menambahkan, setiap ujian dalam rumah tangga dapat menjadi ladang ibadah apabila dihadapi dengan kesabaran, saling menghargai, dan saling memaafkan. Karena itu, bimbingan perkawinan diharapkan mampu membekali catin agar tidak hanya siap secara administrasi, tetapi juga siap membangun keluarga sakinah, mawaddah, dan warahmah.
Kontributor: ZA Anam