blog

Kab.Sumenep (Humas) — Dalam rangka menyukseskan Gerakan Panca PAI Merdeka Kementerian Agama RI Tahun 2026 sekaligus memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kabupaten Sumenep menggelar ajang perlombaan untuk menjaring talenta-talenta terbaik yang akan dipersiapkan sebagai Duta Sumenep. Kegiatan tersebut dilaksanakan Sabtu (05/09) di SD Integral Lukman Al Hakim Sumenep dan diikuti oleh guru PAI se-Kabupaten Sumenep. Sejumlah cabang lomba yang dipertandingkan meliputi Pildacil, Musabaqah Hifzil Qur’an (MHQ), MTQ/Tilawah, serta MTQ/Tartil. Kepala Seksi PAIS Kemenag Sumenep, Ahmad Said Samsuri, didampingi para Pengawas PAIS, hadir membuka kegiatan sekaligus memberikan pembinaan kepada para peserta. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa perlombaan bukan semata-mata untuk mengejar juara, tetapi menjadi ruang untuk meningkatkan kompetensi, menggali potensi, membangun kepercayaan diri, serta menghadirkan guru PAI yang mampu menjadi teladan bagi peserta didik. Menurutnya, semangat Panca PAI Merdeka harus diwujudkan melalui pembelajaran PAI yang inspiratif, kreatif, berkarakter, dan mampu memberikan dampak nyata bagi pembentukan generasi yang berakhlak mulia.

Ahmad Said Samsuri juga mengajak seluruh guru PAI menjadikan momentum tersebut sebagai bagian dari penguatan budaya kerja yang selaras dengan pembangunan Zona Integritas (ZI) di lingkungan Kemenag Sumenep. Integritas, menurutnya, harus dimulai dari pendidik melalui kejujuran, kedisiplinan, sportivitas, tanggung jawab, serta komitmen memberikan pelayanan pendidikan terbaik kepada peserta didik. Semangat berkompetisi secara sehat dalam lomba hendaknya menjadi cermin bahwa prestasi harus diraih dengan proses yang jujur dan berintegritas. Sementara itu, Kepala Kemenag Sumenep, Abdul Wasid, menyampaikan apresiasi kepada KKG PAI dan seluruh guru PAI yang telah menghadirkan ruang positif bagi pengembangan bakat dan kompetensi. Ia berharap talenta terbaik yang lahir dari ajang tersebut mampu membawa nama baik Kabupaten Sumenep pada tingkat yang lebih tinggi, sekaligus menjadi duta yang mencerminkan karakter religius, berprestasi, dan berintegritas. “Pembangunan Zona Integritas tidak hanya berbicara tentang administrasi dan pelayanan, tetapi juga tentang membangun manusia yang memiliki integritas. Karena itu, guru PAI harus menjadi contoh dalam kejujuran, keteladanan, disiplin, dan memberikan layanan pendidikan yang terbaik serta berdampak,” harapnya.(Ss)