Bluto, 22 Mei 2026 – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, Abdul Wasid, membuka Gerakan Ekoteologi dalam rangka Hari Lahir (Harlah) ke-3 PD IPARI Kabupaten Sumenep, Jumat (22/5). Kegiatan dipusatkan di Bukit Pongkeng, Desa Pakandangan Sangrah, Kecamatan Bluto.
Gerakan Ekoteologi tersebut diisi dengan berbagai kegiatan bernuansa kepedulian lingkungan dan spiritual, di antaranya penanaman pohon, istighasah, tausiyah ekoteologi, serta aksi pungut sampah plastik di sekitar lokasi kegiatan. Acara diikuti para penyuluh agama Islam se-Kabupaten Sumenep dan sejumlah tokoh masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Wasid secara simbolis menanam bibit pohon alpukat yang kemudian diikuti para penyuluh agama dari berbagai kecamatan. Secara keseluruhan, lebih dari 300 bibit alpukat ditanam di kawasan Bukit Pongkeng sebagai bentuk komitmen menjaga kelestarian lingkungan.
Abdul Wasid menyampaikan bahwa gerakan ekoteologi merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai keagamaan yang mendorong kepedulian terhadap alam dan lingkungan hidup. Menurutnya, menjaga lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab sosial, tetapi juga bagian dari pengamalan ajaran agama.
Ketua PD IPARI Kabupaten Sumenep, Moh. Halili menambahkan, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat sinergi penyuluh agama dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan melalui pendekatan keagamaan dan aksi nyata di lapangan.