Kab. Sumenep (Inmas) Upaya mewujudkan ibadah yang presisi dan sesuai syariat terus digencarkan oleh para penyuluh agama di wilayah Saronggi yang turun langsung ke sejumlah masjid dan mushalah untuk melakukan kalibrasi arah kiblat menggunakan metode pengukuran ilmiah yang akurat. Kegiatan ini dilakukan pada hari Kamis (23/04) bertempat di desa Pagar Batu diantaranya Mesjid Nurul Ikhlas yang didirikan tahun 1915 merupakan masjid tertua, Mesjid Al Ikhlas dan Mesjid Nurul Jadid. Kegiatan tersebut bertujuan memastikan arah shalat masyarakat benar-benar menghadap ke Ka’bah, sehingga ibadah yang dilakukan semakin khusyuk dan tepat. Proses kalibrasi dilakukan dengan memanfaatkan alat modern seperti kompas digital dan aplikasi astronomi, serta mempertimbangkan posisi matahari sebagai referensi alami. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, terutama pengurus tempat ibadah yang menyadari pentingnya ketepatan arah kiblat dalam pelaksanaan salat berjamaah.
Kepala Kementerian Agama Abdul Wasid memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif tersebut, menyebutnya sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kualitas layanan keagamaan berbasis ketelitian dan ilmu pengetahuan. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini mencerminkan komitmen Kementerian Agama dalam menghadirkan pelayanan yang tidak hanya administratif, tetapi juga menyentuh aspek substansi ibadah umat. Menurutnya, penyuluh agama memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam membimbing masyarakat, sehingga kegiatan seperti kalibrasi arah kiblat patut terus didukung dan diperluas. Ia juga berharap sinergi antara KUA, penyuluh, dan masyarakat dapat terus terjalin demi terciptanya kehidupan beragama yang lebih tertib, harmonis, dan berkualitas.(Ss)